Serpihan Bingkai
Aku mulai lupa
Hari esok
menyeretku perlahan
Mundur dari masa lalu
Dan setiap derit kakiku menggores tanpa noda
Meski rontaannya memekik hingga aku menua
Serpihan bingkai masih saja bisu
Tak mau cairkan pelangi bening
Tarik-ulur saja tinta hitammu di bajuku
Sesukamu
Pahitnya akan slalu kupeluk
Serpihan tajam yang dulu indah menempel pada nostalgi
Kini membuatku tersenyum menahan luka dari tusukan serpihan
itu sendiri
Setiap potret dirimu, diriku, diri kita
Tak kan bangkit dari sepia
Tak kan pula kita mampu kembali bersama
Air mataku retak oleh tarianmu
Dari balik jendela kaca aku dapat melihat
Hujan abu dari sebuah pembakaran
Hari kemarin
Comments
Post a Comment