Posts

Showing posts from August, 2016

air mata hujan

kalau hujan turun jangan kamu caci ayo kita nikmati berbasah dan meraskan air seperti anak panah mungkin di bawah rinai itu kita bisa menderu tangis kamu bisa melihat dan membedakan mana air mata mana air hujan

debar

menemukan debar yang seirama adalah tanda-tanda getar yang tidak dinyana menghasilkan bulir bianglala di sela-sela cakap kita menjadi jejaring kata-kata memerangkap rasa curiga jangan-jangan aku ingin menciummu?

populasi

bukan hanya manusia yang mengalami ledakan populasi kendaraan bermotor pun jumlahnya tidak terkendali setiap hari jalan raya menstruasi setiap saat udara berpolusi lahan hijau dicari sekadar untuk liburan dan investasi reboisasi salah sasaran bukan penghijauan tapi pengaspalan hijaulah dompet dan rekening para oknum karbondioksida semakin ranum lahirnya sebuah kendaraan penghisap bahan bakar minyak adalah sebuah langkah maju menuju pembusukan

suara

seketika tumbukan kehidupan itu berdentum memenuhi gema hingga suaranya bisa mendengar suara hingga gema saling berebut pantulan dan hinggap di telinga manusia kelahiran serupa kematian perpindahan sua dari dunia ini ke dunia itu masih saja pula berjubel memenuhi ruang hampa suara

rindu

kecamuk rindu makin tebal ketika senandung curiga mendayu melagu bersandar pada keyakinan harapan semakin lebar membentangkan doa dan mimpi kita terjatuh dari angin yang tergesa melayang bersama mega-mega hingga terhempas pada tatapan mata seperti air yang melesap di udara menjadi bulir uap rindu ini lagi dan lagi berputar seperti air

baza

 ini dunia dunia baru aku dunia dunia ini baru dunia                                 tidak biasa                                 kata tidak                                 tidak tersusun                                 menjadi tidak                    ...