seharian

pengap rasa menjalari kerak udara malam
rebah daun kuning
air hujan telah tandas
mata layu berhambur ke atas
tapak kaki pecah
genang air membuncah
gelap jalan raya dihampar

seharian tubuh gontai
ruang detak nihil irama
napas dipompa pasrah
limbung bimbing gerak ke mana
waktu makin kurus
asupannya menguap jadi polutan

pagi terlalu cepat datang
perburuan mudah terulang
bangun dengan muka cacat
topeng pun berkarat
senja menjemput terlambat
tapi belum rapat

diintip, cahayanya bocor hingga esok

Comments

Popular posts from this blog

seduhan

sesaat