Posts

Showing posts from September, 2016

anak panah

sedari kecil sebelum aku tahu bahwa aku ini kecil aku sudah dipaparkan pada sebuah benda bernama dunia bagiku dia seperti mainan, seperti halnya aku memandang segala hal ketika aku masih kecil bukan karena diberi mainan oleh ibuku tapi ibuku telah mempermainkanku bukannya anak yang dilahirkan setelah dibopongnya selama sembilan bulan aku ini anak yang ditabungnya dari nafsu yang dia manja bersama lelaki kira-kiranya sebetulnya dia sayang padaku, aku tahu tapi sayangnya kasih sayang yang dia punya terlalu mahal sekadar kutukar dengan jeritan yang tiap malam aku dengungkan sejak saat aku sadar bahwa aku ini masih kecil aku memilih untuk tetap mengerdil sejak dini saja daripada tumbuh menjadi sosok imajinasi yang menakutkan yang menggelikan sekaligus yang mengharukan dibilang tidak sanggup pun sebenarnya tidak aku sanggup hanya saja bukan untuk hidup sebagai anak manusia aku ingin hidup sebagai anak panah diasah sedemikian rupa agar seimbang lesatku kelak menelusup ...

Serpihan Bingkai

Aku mulai lupa Hari e sok menyeretku perlahan Mundur dari masa lalu Dan setiap derit kakiku menggores tanpa noda Meski rontaannya memekik hingga aku menua Serpihan bingkai masih saja bisu Tak mau cairkan pelangi bening Tarik-ulur saja tinta hitammu di bajuku Sesukamu Pahitnya akan slalu kupeluk Serpihan tajam yang dulu indah menempel pada nostalgi Kini membuatku tersenyum menahan luka dari tusukan serpihan itu sendiri Setiap potret dirimu, diriku, diri kita Tak kan bangkit dari sepia Tak kan pula kita mampu kembali bersama Air mataku retak oleh tarianmu Dari balik jendela kaca aku dapat melihat Hujan abu dari sebuah pembakaran Hari kemarin