anak panah

sedari kecil sebelum aku tahu bahwa aku ini kecil
aku sudah dipaparkan pada sebuah benda bernama dunia
bagiku dia seperti mainan, seperti halnya aku memandang segala hal
ketika aku masih kecil
bukan karena diberi mainan oleh ibuku
tapi ibuku telah mempermainkanku
bukannya anak yang dilahirkan setelah dibopongnya selama sembilan bulan
aku ini anak yang ditabungnya
dari nafsu yang dia manja bersama lelaki kira-kiranya
sebetulnya dia sayang padaku, aku tahu
tapi sayangnya kasih sayang yang dia punya terlalu mahal
sekadar kutukar dengan jeritan yang tiap malam aku dengungkan
sejak saat aku sadar bahwa aku ini masih kecil
aku memilih untuk tetap mengerdil sejak dini saja
daripada tumbuh menjadi sosok imajinasi
yang menakutkan
yang menggelikan
sekaligus yang mengharukan
dibilang tidak sanggup pun sebenarnya tidak
aku sanggup
hanya saja bukan untuk hidup sebagai anak manusia
aku ingin hidup sebagai anak panah
diasah sedemikian rupa agar seimbang lesatku kelak
menelusup angin dan menghujam sasaran
setelah bebas dari busurku
aku yang maju terdepan di medan perang

Comments

Popular posts from this blog

seduhan

seharian

sesaat