menyorekan diri
denting dawai iringi pola nyala-padam lampu perempatan sebuah hiruk pikuk dan beberapa helai lelah menyorekan keramaian lagu sumbang pengamen jalanan distorsi irama dari knalpot dan klakson "justru pada saat inilah suasana paling hening bagiku" keheningan laksana pisau pasca asah keributan jelma laksamana yang gagal perut, dada, dan leher para prajuritnya berhamburan di atas masing-masing kepala di perempatan ini di antara tiga lampu yang tergantung di arena hanya kuning yang menyala selalu pijar tanpa beri kesempatan hijau untuk merimbunkan agar merah berarti bagi tubuh yang menjadi sesaji kuningku medan laga antara padang pasir dan hamparan sabana tak tenggelam bahkan hingga bulan sabit di antara sabuk orion terdampar di sela-sela pandang dan napas yang pengap kala kepala berhimpit dengan liang cikal udara jenuh berlembar-lembar uang berkepala pahlawan berpeluh menyorekan diri padamu semoga langit bercadar awan merah jambu lalu tawa semesta meng...