Posts

Showing posts from April, 2017

menyorekan diri

denting dawai iringi pola nyala-padam lampu perempatan sebuah hiruk pikuk dan beberapa helai lelah menyorekan keramaian lagu sumbang pengamen jalanan distorsi irama dari knalpot dan klakson "justru pada saat inilah suasana paling hening bagiku" keheningan laksana pisau pasca asah keributan jelma laksamana yang gagal perut, dada, dan leher para prajuritnya berhamburan di atas masing-masing kepala di perempatan ini di antara tiga lampu yang tergantung di arena hanya kuning yang menyala selalu pijar tanpa beri kesempatan hijau untuk merimbunkan agar merah berarti bagi tubuh yang menjadi sesaji kuningku medan laga antara padang pasir dan hamparan sabana tak tenggelam bahkan hingga bulan sabit di antara sabuk orion terdampar di sela-sela pandang dan napas yang pengap kala kepala berhimpit dengan liang cikal udara jenuh berlembar-lembar uang berkepala pahlawan berpeluh menyorekan diri padamu semoga langit bercadar awan merah jambu lalu tawa semesta meng...

buah

"jawaban ada pada pangkal tanya yang dirangkai menjadi tanda-tanda kisah kekal lahir dari setetes keingintahuan memecah tanah menjadi milyaran bulir darah ketika akar ditaruh pada buah mitos itu turun deras menuju segala sendi kehidupan membungkus kebebasan kesadaran mengambang di permukaan" : sedetik, semenit, sejam, sehari terlewati terulang terbang dan tenggelam seberapa abadi adalah seluas sebutir pasir yang dipikul oleh setiap manusia mengalir dari lingga yoni keluar meluncur dari rahim kemudian mati hingga terlahir kembali berbentuk pemikiran, nama, atau karya kecuali jika endapan cikal tak merekah hiburan yang terlihat saat ini tidak meriah dan kita masih dalam antah berantah segala sumpah serapah berupa kisah-kisah masihlah berwujud buah

seharian

pengap rasa menjalari kerak udara malam rebah daun kuning air hujan telah tandas mata layu berhambur ke atas tapak kaki pecah genang air membuncah gelap jalan raya dihampar seharian tubuh gontai ruang detak nihil irama napas dipompa pasrah limbung bimbing gerak ke mana waktu makin kurus asupannya menguap jadi polutan pagi terlalu cepat datang perburuan mudah terulang bangun dengan muka cacat topeng pun berkarat senja menjemput terlambat tapi belum rapat diintip, cahayanya bocor hingga esok

seduhan

hidup, adalah konsep dasar paling arbitrer dari apapun yang tercipta setiap hidup yang hinggap di benak atau pikiran seseorang telah banyak mencampuri kehidupan orang tersebut dia bebas, terbang lampias manusia menciptakan tenggeran di atas kepala untuknya setiap kepala, berbeda gaya dan cara dia hinggap ada yang mencabut bulunya untuk dijadikan pena dan menulis kisah atau mimpinya ada yang melukisnya dengan warna atau kata-kata dan mengoleksi untuk pribadi atau dijual ada yang diam-diam mempersiapkan jebakan pada tenggeran agar dapat menangkapnya lalu menelanjanginya, atau bahkan mengulitinya dan mengawetkannya sebagai monumen hidup, merupakan bahan mentah yang cocok diolah dengan apapun yang dikenal oleh manusia ada kalanya dia dipertanyakan asal dan klausulnya soal kemana hingga untuk apa ada pula yang abai terhadap segala tingkah polah pongah dan jigrahnya mengenai bagaimana kehidupan disandang, dia tidak peduli karena baginya bukan hanya manusia dan binatang saja...