kopi pagi

mendengar deru mesin pagi hari
bersama secangkir kopi sisa semalam
yang masih mengepulkan aroma tanpa uap
mendengar klakson kendaraan dan peluit supeltas
kurasa makin pahit saja kopi ini
atau hanya kurasa saja
pahitnya bercerita :
tantang buruh kopi dan buruh lainnya
tentang mandor kebun dan mandor lainnya
tentang tengkulak kopi dan tengkulak lainnya
tentang pengolah kopi dan pengolah hal lain pula
tentang penjual kopi dan penjual lainnya
tentang pembeli kopi dan pembeli lainnya
kuresapi hadirnya pekat kopi di tenggorokanku
memang pagi ini seperti sisa kelam semalam
belum juga tuntas membayangkan bagaimana hari akan menjadi esok
malam segera tumpul dan teriris merah fajar
belum juga lunas menyetor kredit bulanan
hidup ini sudah tergadaikan
atau yang lebih fatal, terjual

pagi ini sambil mendengar deru mesin
bersama kopi yang hampir tandas
di bawah sana terlihat samar-samar ampas
seperti menggali pusaranya sendiri

manusia belajar, bekerja, dan lainnya
meneguk perlahan kenyataan hidup yang nyatanya pahit
tetapi tetap dinikmati
begitu hampir tandas barulah terlihat samar
seberapa hidup yang telah digadainya
seberapa hidup yang telah dijualnya
seberapa nikmat sisa kelam yang teriris angan dan cita

bahkan hanya untuk meneguk secangkir hidup saja
yang tak habis kemudian dilanjutkan lagi dan lagi
kita harus menjualnya dengan recehan alat kapitalis

pagi yang kopi sekali

Comments

Popular posts from this blog

seduhan

seharian

sesaat