dia berkeinginan
bersinar matanya bagai jingga senja
menebar ironi di atas bumi keindahan
pertiwi tinggal sesaji
di aduknya keringat para pekerja harian
yang upahnya cukup untuk melunasi kredit motor bulanan
kalaulah dia itu adalah pemerintah
kurasa bukan, karena dia tidak suka memerintah
kalaulah dia itu seorang bos
kurasa juga bukan, karena dia tidak semena-mena
kalaulah dia bagian dari orang penting
mungkin iya, sekedar berpenting dan mementingkan
yang penting diberi kepentingan
lalu dia berkata: wahai manusia, silakan hidup untuk selamanya
dan para manusia menjawabnya: baiklah, kami akan lakukan
seperti air yang mengalir, berputar, dan terjun bebas
manusia yang diperintahkannya menjadi bulir-bulir air
dan akhirnya terjun bebas menyesap ke pori-pori keinginan
dia
menebar ironi di atas bumi keindahan
pertiwi tinggal sesaji
di aduknya keringat para pekerja harian
yang upahnya cukup untuk melunasi kredit motor bulanan
kalaulah dia itu adalah pemerintah
kurasa bukan, karena dia tidak suka memerintah
kalaulah dia itu seorang bos
kurasa juga bukan, karena dia tidak semena-mena
kalaulah dia bagian dari orang penting
mungkin iya, sekedar berpenting dan mementingkan
yang penting diberi kepentingan
lalu dia berkata: wahai manusia, silakan hidup untuk selamanya
dan para manusia menjawabnya: baiklah, kami akan lakukan
seperti air yang mengalir, berputar, dan terjun bebas
manusia yang diperintahkannya menjadi bulir-bulir air
dan akhirnya terjun bebas menyesap ke pori-pori keinginan
dia
Comments
Post a Comment